Skip to content

Arti sebuah ‘KESETIAAN’

1 Oktober 2010

Sahabat Hikmah…

Tulisan ini kupersembahkan untuk istriku tersayang…

Untuk mengenang 16 Tahun PERNIKAHAN kami…25 September 1994

Burung betina ini terkapar tak berdaya karena tertabrak mobil di salah satu jalan raya di Perancis karena terbang menukik terlalu rendah.  Dia meminta pertolongan dan berharap sang jantan bisa menolongnya.

Sang jantan berusaha menolong, tetapi dia tidak bisa berbuat banyak. Pertolongan yang bisa diberikan hanyalah memberikan makanan dan minuman. Beberapa kali dengan penuh cinta, sang jantan membawakan kekasihnya makanan dan minuman dari mulutnya.

Lagi, ia membawakan makanan tetapi sang betina sudah tidak merespon, kepalanya terkulai dan matanya terpejam. Jantan itu mencoba mengerakkan tubuh pasangannya untuk memastikan apa yang terjadi…. dan ”Innaalillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” sang jantan sangat sedih karena kekasihnya sudah tidak bernyawa.

Sadar bahwa belahan hatinya telah tiada dan tak akan kembali, ia berkicau keras meratapi kepergian pasangannya dan tidak percaya akan apa yang telah terjadi dan menyesali dirinya yang tidak dapat berbuat banyak menolong sang kekasih.

Setelah sang kekasih meninggal dia tidak dapat berbuat banyak, karena tidak dapat menguburkan di aspal. Sang jantan dengan penuh KESETIAAN hanya menunggu jasad sang kekasih dalam waktu yang lama.

Jutaan orang di dunia menangis usai melihat rangkaian gambar  yang dibidik seorang wartawan ini. Sang wartawan menjual foto-foto ini ke salah satu koran terbesar di Perancis. Seluruh eksemplar koran tersebut habis terjual ketika gambar-gambar ini dimuat.

Kisah KESETIAAN yang lain adalah kisah anjing Hachiko yang sangat setia.

Kisahnya sudah melegenda di Tokyo dan difilmkan.

Ia menanti tuannya selama 10 tahun di stasiun KA Shibuya, Tokyo.

Dan Hachiko tidak tahu tuannya Profesor Ueno telah meninggal di kampusnya.

Tetapi ia tetap setia menjemput ’tuannya yang telah hilang’ hingga ajalnya sendiri tiba.

Patung tembaga Hachiko menjadi monumen ”KESETIAAN” di stasiun tersebut.

Sahabat Hikmah…

Mengapa binatang bisa memiliki KESETIAAN ?

Binatang bisa memiliki sifat setia, penurut dan penyayang …

Adalah karena KESETIAAN-nya kepada Tuhannya

Mereka menuruti apa yang menjadi kehendak Tuhannya

Ada juga binatang yang tidak setia, rakus dan buas..

Seperti ayam, kambing, sapi  yang tidak memiliki pasangan tetap.

Seperti ikan lele, hamster yang bisa memakan anaknya sendiri.

Binatang tersebut berbuat adalah karena KESETIAAN-nya kepada Tuhannya

Mereka menuruti apapun yang menjadi kehendak Tuhannya

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (yang artinya):

“… bahkan APA yang ada di langit dan di bumi adalah kePUNYAan Allah; semua TUNDUK kepadaNya.”

(QS. Al-Baqarah: 116)

“…padahal kepadaNya-lah berSERAH DIRI segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan SUKA maupun TERPAKSA…” (QS. Ali Imran: 83)

“Dan kepada Allah sajalah berSUJUD (TUNDUK)  segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para MALAIKAT, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri.” (QS. An-Nahl: 49)

“Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah berSUJUD apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan SEBAGIAN BESAR daripada MANUSIA?”

(QS. Al-Hajj: 18)

Ketundukan BINATANG kepada Allah subhanahhu wa ta’ala

Sesungguhnya sama dengan ketundukan MALAIKAT kepada Tuhannya

Semuanya adalah karena KESETIAANnya kepada Tuhan Penciptanya.

Sahabat Hikmah…

Bagaimana dengan manusia..?

Mengapa manusia banyak yang KESETIAAN-nya telah hilang ?

Baik KESETIAAN kepada isterinya,

KESETIAAN kepada majikannya,

KESETIAAN kepada sahabatnya,

Bahkan… KESETIAAN kepada Tuhannya

Mereka sebagian terbiasa berselingkuh, korupsi, berkhianat dan bermaksiat.

Adalah karena NAFSU …manusia ’hilang’ KESETIAANnya.

Karena NAFSU manusia bisa berselingkuh,

Karena NAFSU manusia bisa korupsi,

Karena NAFSU manusia bisa berkhianat,

Dan Karena NAFSU manusia bisa bermaksiat.

Dengan SETIA kepada TUHANnya  maka manusia akan SETIA kepada MAKHLUK lain.

Dengan tidak SETIA kepada TUHANnya dia akan tidak setia kepada MAKHLUK lain….

Dan itu adalah karena  NAFSUnya yang telah menjadi TUHANnya.

”Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan HAWA NAFSUnya sebagai TUHANnya, dan Allah memBIARkannya SESAT berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengKUNCI MATI penDENGARan dan HATInya dan meletakkan TUTUPAN atas pengLIHATannya? Maka SIAPAkah yang akan memBERInya PETUNJUK sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”

(QS Al Jatsiyah : 23)

Karena Allah menciptakan DUNIA dan AKHIRAT untuk MANUSIA…

Bukan untuk BINATANG, ATAUPUN MALAIKAT…

Apa yang di langit dan di bumi selain manusia hanyalah pelengkap,

dan Allah telah MEMULIAKAN bani Adam

Maka Allah memberikan KEBEBASAN yang BERTANGGUNG JAWAB kepada MANUSIA

Disamping memberikan JIWA yang MULIA seperti MALAIKAT,

Allah juga memberikan NAFSU seperti BINATANG.

”Maka Allah mengILHAMkan kepada jiwa itu (jalan) keFASIKan dan keTAKWAannya,

Sungguh berUNTUNG orang yang menSUCIkan jiwa itu, Dan Sungguh meRUGI orang yang mengKOTORinya.”

(QS Asy Syams : 8-10)

”Dan katakanlah: “KEBENARAN itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang INGIN (beriman) hendaklah ia BERIMAN, dan barangsiapa yang INGIN (kafir) biarlah ia KAFIR”. Sesungguhnya Kami telah SEDIAKAN bagi orang-orang ZHALIM itu NERAKA, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.” (QS Al Kahfi : 29)

Sahabata Hikmah…

Jadi arti sebuah KESETIAAN adalah menahan diri dari HAWA NAFSU.

Dan  dengan selalu MENJAGA  KESETIAAN kita kepada Sang Pencipta sampai akhir hayat kita.

Sehingga dalam sholat kita selalu diingatkan perjanjian kita untuk tetap SETIA kepada-Nya:



”Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (Muslimin)”. (QS Al An’am : 162)

Dengan KESETIAAN inilah kita akan BAHAGIA…

di DUNIA maupun di  AKHIRAT….

”Adapun orang yang melampaui batas (THOGHO), dan lebih mengUTAMAkan kehidupan DUNIA,maka sesungguhnya NERAKAlah tempat tinggalnya.

Dan adapun orang-orang yang TAKUT  kepada keBESARan Tuhannya dan MENAHAN diri dari keinginan HAWA NAFSUNYA, maka sesungguhnya SURGAlah tempat tinggalnya.” (QS An Nazi’at : 37-41)

Wallahu a’lam bi showab

Semoga bisa mengambil HIKMAH-nya

Kami yang berbahagia..

Ogy Febri Adlha & Insiyah Farhani



About these ads
No comments yet

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

"KATA-KATA HIKMAH" Ogy Febri Adlha (OFA)

"Allah menganugerahkan HIKMAH kepada SIAPA yang DIKEHENDAKI-Nya. Dan barang siapa yang DIANUGERAHI HIKMAH, ia benar-benar telah DIANUGERAHI KARUNIA yang BANYAK." (QS Al-Baqarah : 269)

Didi Sederhana

Menyelami keseharian

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.153 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: