Skip to content

Demi WAKTU ( Beramal Mengisi Ramadhan )

1 Oktober 2010

oleh “KATA-KATA HIKMAH” pada 04 Agustus 2010 jam 13:10

Mario Teguh @ Golden Ways

Saudaraku,
Buah hati dari ibu mu yang sahabat ibu ku,
Yang telah khusuk mendoakan mu dan mendoakan ku,
Bahkan jauh sebelum hari kelahiran mu dan kelahiran ku,

Sadarilah bahwa,

Kehidupan ini sudah BESAR, engkau tidak akan bisa membesarkannya lagi.
Sehingga sebetulnya engkau tumbuh dari ukuran-ukuran KECILl mu untuk menjadi pribadi yang pantas bagi kehidupan yang BESAR.

Dan yang ini adalah pengertian yang bila kau kuasai, engkau akan menguasai kehidupan,
bahwa….

“WAKTU ADALAH KESEMPATAN YANG PASTI MENUMBUHKAN SESUATU”.

Mungkin kalimat ku itu terlalu kecil dan sederhana jika kau bandingkan dengan pembiasan orang lain kepadamu untuk mendengar kalimat-kalimat besar yang panjang dan berbunga rampai, tetapi yang berbuah kecil-kecil dan sedikit.

Aku ulangi ya?

“WAKTU ADALAH KESEMPATAN YANG PASTI MENUMBUHKAN SESUATU”.

Maka janganlah ada sedikit keraguan di hatimu, bahwa…

Demi waktu,

Jika engkau tidak berSIKAP, berPIKIRr, dan berLAKU yang menumbuhkan KEKUATAN, engkau pasti menumbuhkan KELEMAHAN. Dan yang diLEMAHkan adalah KEHIDUPANMU.

Rasa ENGGAN adalah KEKUATAN yang sangat besar, baik untuk mencapai KEBERHASILAN atau menyebabkan KEGAGALAN.

Maka ENGGANlah terlibat dalam hal-hal yang TIDAK mengHASILkan.
Dan berSEGERAlah dengan hal-hal yang mengHASILlkan, walau sekecil apapun.

Demi waktu,

Jika bukan KEBAIKAN yang mewarnai hati, pikiran, dan gerakan-gerakan tubuh mu, pasti KEBURUKAN yang tumbuh subur dalam hari-hari mu. Dan yang diBURUKkan adalah KEHIDUPANMU.

Maka berSEGERAlah menambahkan keBAIKan dalam setiap langkah keseharian mu, agar keAJAIBan yang menata perjalanan hidupmu memindahkan mu ke jalan-jalan menuju taman-taman keINDAHan hidupmu.

Demi waktu,

Jika bukan KASIH SAYANG dan KEINDAHAN yang menjadi warna hati, wajah, dan cara-cara mu, pasti BUKAN KASIH SAYANG dan KEINDAHAN yang kau lihat dan rasakan di dunia ini. Dan yang dikejamkan adalah KEHIDUPANMU.

Engkau adalah PENA yang menuliskan CERITA kehidupanmu sendiri.
Jika cerita yang kau pilih berisi kasih sayang dan keindahan, maka tangan yang menggunakan mu adalah tangan Tuhan.

Sahabat pengisi hatiku,
Yang menjadi tujuan dari semua kerja keras ku,

Khidmat aku berharap bahwa engkau tidak mengijinkan KERAGUAN mengganggu yang telah kau mengerti sebagai yang baik bagi mu. Karena jika engkau MERAGUKAN KEBAIKAN, engkau MEMASTIKAN KERAGUAN sebagai penghalang keMULIAan mu.

Perhatikanlah ini…

Jika engkau bersumpah, engkau memulainya dengan “Demi TUHAN …”

Dan karena Tuhan serius dalam niat-Nya untuk meMULIAkan mu, Dia memulai dengan “Demi MASA …”

Dengan pengertian ini, mudah-mudahan pintu hatimu terbuka lebar dan me-RAKSASA-kan balai KEINDHAN yang menjadi ruang tertatanya semua kejadian dalam hidupmu.

Dengan pengertian ini, mudah-mudahan BIBIR mu BERGETAR dengan PUJIAN dan PUJAAN kepada Tuhan yang menjadi TUJUAN kehidupan mu, dan HATI mu berSUJUD dalam PENYERAHAN yang menyeluruh kepada Yang Maha Memelihara mu.

Engkau adalah KEKASIH Tuhan, dan tidak ada yang diinginkan-Nya kecuali meMULIAkan mu.

Maka, jika BESAR HARAPAN mu untuk menjadi PRIBADI yang berHARGA, HARGAilah waktu.

Dan tetapkanlah ini sebagai hukum bagi mu, bahwa…

HARGA mu hanya SEBANDING dengan PENGHARGAAN mu terhadap WAKTU.

❤ ❤ ❤

Sahabat Hikmah…
Untuk menyambut Ramadhan, marilah mulai sekarang kita memanfaatkan setiap waktu yang ada untuk meMULIAkan diri kita di hadapan Allah dengan beramal, yang menurut kita amalan itu KECIL tetapi di hadapan ALLAH merupakan amalan yang SANGAT BESAR…dan akan MENYELAMATKAN diri kita di dunia dan akhirat.

Dari Abu Malik Al-Harits bin Ashim Al-Asy’ari radhiyallaahu ‘anhu, Dia berkata: Rasulullah solallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

* BERSUCI adalah separuh dari keImanan,

*Bacaan ‘ALHAMDULILLAAH’ akan memenuhi beratnya timbangan (di akhirat),

*Bacaan ‘SUBHANALLAAH WALHAMDULILLAAH’ akan memenuhi ruangan langit dan bumi,

*SHOLAT adalah NUUR,

*SHADAQAH itu merupakan BURHAN,

*SHABAR itu merupakan DHIYA’ ,

*Dan Al QUR’AN itu merupakan HUJJAH yang akan menjadi saksi atasmu atau membelamu.

Setiap jiwa manusia melakukan AMAL untuk menJUAL dirinya, maka sebagian mereka ada yang memBEBASkannya (dari siksa Allah) dan sebagian lain ada yang menJERUMUSkannya (dalam siksa-Nya).”

(HR Muslim)

Makna Hadits di atas adalah:

# Bersuci Adalah Separuh Iman
Ulama berbeda pendapat tentang makna bersuci merupakan separuh iman. Dua pendapat yang paling masyhur adalah:

Bersuci diartikan dengan bersuci dari najis maknawi, yaitu dosa-dosa, baik dosa batin maupun dosa zhahir. Karena iman ada dua bentuk, yaitu MENINGGALKAN dan MELAKUKAN, maka tatkala sudah meninggalkan dosa-dosa bererti sudah memenuhi separuh iman.

Bersuci diartikan dengan bersuci dengan air. Bersuci dengan air ada dua macam, yaitu bersuci dari hadats kecil dan hadats besar. Bila bersuci diartikan dengan suci dari hadats kecil dan hadats besar maka yang dimaksud dengan iman adalah solat. Jadi bersuci itu separuh dari solat. Solat dikatakan sebagai iman karena merupakan pokok amalan iman.

# “Alhamdulillah” Memenuhi Timbangan. “Alhamdulillah” adalah pujian bagi Allah atas seluruh kesempurnaan-Nya. Allah terpuji dalam lima hal sebagai berikut :
1. Terpuji karena kesempurnaan rububiyah-Nya.
2. Terpuji karena kesempurnaan uluhiyah-Nya.
3. Terpuji karena kesempurnaan asma dan sifat-Nya.
4. Terpuji karena kesempurnaan takdir-Nya.
5. Terpuji karena kesempurnaan syariat-Nya.

“Alhamdulillah” memenuhi timbangan dapat diartikan dengan dua penafsiran yaitu : Amalan yang lainnya diletakkan dalam timbangan terlebih dahulu kemudian “alhamdulillah”, maka penuhlah timbangan.

# ”Alhamdulillah” sebagai pasangan dari “subhanallah”. Agama sempurna dengan dua hal, itsbat dan tanzih. “Alhamdulillah” merupakan itsbat dan “subhanallah” merupakan tanzih. Maka jika “subhanAlloh” diletakkan dalam timbangan kemudian baru “alhamdulillah” penuhlah timbangan dan dengan dua kalimat itu akan memenuhi ruangan langit dan bumi.

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Ada dua kalimat yang ringan pada lisan -yakni mudah diucapkan, tetapi berat sekali dalam timbangan -di akhirat-, dicintai oleh Allah Maria Pengasih, yaitu Subhanallah wa bihamdih dan Subhanallahil ‘azhim.” Artinya: Maha Suci Allah dan dengan mengucapkan puji-pujian padaNya dan Maha Suci Allah yang Maha Agung. (Muttafaq ‘alaih)

# Solat Sebagai Nur, Sodaqoh Sebagai Burhan dan Sabar Sebagai Dhiya’
Nur adalah cahaya yang tidak memancarkan sinar.
Burhan adalah cahaya yang memancarkan sinar namun tidak menyengat.
Dhiya’ adalah cahaya yang memancarkan sinar yang menyengat, dan membakar.

Solat dikatakan sebagai nur karena di dalamnya terdapat ketenangan.
Sodaqoh dikatakan sebagai burhan, karena di dalamnya terdapat keberkatan.
Sabar dikatakan sebagai dhiya’ karena di dalamnya terdapat keberkatan yang sangat sangat besar.

(Sumber: Ringkasan Syarah Arba’in An-Nawawi – Syaikh Shalih Alu Syaikh Hafizhohulloh – http://muslim.or.id/)

O.F.A

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

"KATA-KATA HIKMAH" Ogy Febri Adlha (OFA)

"Allah menganugerahkan HIKMAH kepada SIAPA yang DIKEHENDAKI-Nya. Dan barang siapa yang DIANUGERAHI HIKMAH, ia benar-benar telah DIANUGERAHI KARUNIA yang BANYAK." (QS Al-Baqarah : 269)

Didi Sederhana

Belajar hidup SEDERHANA, karena menjadi sederhana perlu banyak belajar

%d blogger menyukai ini: