Skip to content

‘SURI’ Pengemis BUTA yang mendapat HIKMAH “Laa Ilaaha Illallaah”

1 Oktober 2010
oleh “KATA-KATA HIKMAH” pada 12 Juli 2010 jam 11:50

‘SURI’ PENGEMIS BUTA YANG MENDAPAT HIKMAH “LAA ILAAHA ILLALLAAH”

Berjalan dengan gaya tertatih-tatih dengan sebatang tongkat kayu, sebuah mangkuk plastik berwarna orange yang sudah lusuh ada di tangan kanannya. Sesekali ia menggoyangkan tangannya membentuk seperti pistol seperti orang yang akan menembak dengan jari tanggannya, lalu digoyangkan didepan hidungnya.

Dia adalah Syamsuri atau orang biasa memanggilnya Suri. sebahagian orang menyebutnya tidak waras, ada juga yang berpendapat bahwa dia hanya pengemis buta, dengan gaya khasnya. Hampir dipastikan setiap orang di kota Tembilahan mengenalnya.

Dulu, 20-25 tahun lalu ketika saya masih kecil dia adalah sosok yang saya takuti jika ikut orang tua pergi ke pasar. sering kali saya tidak jadi ikut ke pasar gara-gara ditakuti orang tua dengan beliau.

Kemaren saya bertemu lagi dengan dia, masih seperti yang dulu..sehat, tidak tampak tua, dengan gaya yang sama. Allahu Akbar…Maha Besar Allah. Begitu besar nikmat Allah yang ia terima. Begitu ia mengambil posisi duduk bersila dengan meletakkan mangkuk dihadapannya, ia siap beraksi meminta-minta. Saya mencoba mendekatinya, memperhatikan, mengamati, mendengarkan, apa yang sedang dilakukannya. Banyak orang terheran-heran dengan sikap saya ini, tapi saya tidak peduli dan meneruskan apa yang membuat saya penasaran dengan Suri ini. Dan tiba-tiba saya terkesiap, ..

“Laa ilaaha illallaah..laa ilaaha illallaah..laa ilaaha illallaah…”….Kalimah TAUHID..!!

Inilah yang membuat merinding bulu kuduk saya seketika, seorang Suri…pengemis buta, dianggap orang gila…melafalkan kalimat tauhid di setiap perkataannya…tidak ada kata lain selain…. La ilaha illallah….. sambil sesekali meraba mangkuk didepannya, apakah sudah ada yang memberi atau tidak. Saya mencoba membayangkan, jika Suri ini bekerja maksimal 3 jam saja dalam sehari, dengan Dzikir per 3 detik, maka ia telah mengamalkan Dzikrullah sebanyak 3600 kali setiap hari…Allahu Akbar.!!!

Hari ini saya pribadi tidak malu untuk mengakui bahwa saya telah belajar dari seorang yang dulunya saya takuti ketika kecil..orang yang dianggap sia-sia oleh sebagian orang. Seorang pengemis buta, yang dianggap tidak waras dan bodoh….

Maha Suci Allah, masih memberi sedikit teguran kepada saya melalui cara-cara yang tidak saya duga…La Ilaaha Illallaah…

Ya Allah..jemputlah aku kelak dalam keadaan Khusnul Khotimah dengan menyebut namamu ya Allah…Amiin…

(Dari Catatan Hagen Hendra Giga: Filosofi Pengemis Buta “Suri”)

Sahabat Hikmah ….

Dari kisah diatas kita bisa mengambil HIKMAH, ternyata Fadhilah kalimat “Laa Ilaaha illallaah” adalah sebagai berikut:

1. Ajaran seluruh Rasul Allah

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ\

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”. (Qs. 21: 25)


2. Sebaik-baik Ucapan Para Nabi

أَفْضَلُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَأَفْضَلُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ

Rasulullah saw bersabda:
“Do’a yang paling utama adalah do’a pada hari Arafah. Dan ucapan paling utama yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ (Tiada Tuhan yang haq selain Allah tiada sekutu bagiNya)” (Hr. Malik).

3. Cabang iman tertinggi

الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ

“Iman itu 77 atau 67 cabang. Cabang yang paling utama adalah la ilaha illallah, sedangkan cabang yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, dan malu itu satu cabang dari iman” (Hr. Muslim)


4. Sebab terlindunginya jiwa dan harta

مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَكَفَرَ بِمَا يُعْبَدُ مِنْ دُونِ اللَّهِ حَرُمَ مَالُهُ وَدَمُهُ وَحِسَابُهُ عَلَى اللَّهِ

“Barang siapa yang mengucapkan la ilaha illallah dan inkar terhadap sesembahan selain Allah, maka darah dan hartanya terlindungi, sedangkan perhitungan (hisab)nya terserah Allah” (Hr. Muslim).


5. Lebih berat dibanding bumi langit seisinya.

« قال موسى : يا رب ، علمني شيئا أذكرك وأدعوك به ، قال : قل يا موسى : لا إله إلا الله ، يا موسى ، لو أن السماوات السبع وعامرهن غيري والأرضين السبع في كفة ، ولا إله إلا الله في كفة مالت قال : كل عبادك يقول هذا ، قال : قل : لا إله إلا الله ، قال : لا إله إلا أنت ، إنما أريد شيئا تخصني به ، قال : بهن لا إله إلا الله »

“Musa berkata: “Ya Rabbi, ajarilah aku sesutu untuk berdzikir dan berdoackepadaMu”. Allah berfirman: “Katakan wahai Musa kalimat la ilaha illallah”. Musa berkata: “Setiap hambaMu mengatakan kalimat ini”. Allah berfirman: Katakanlah la ilaha illallah”. Musa berkata: “Tidak ada Tiuhan yang haq selain Engkau, yang aku inginkan tidak lain adalah sesuatu yang Engkau istimewakan aku dengannya”. Allah berfirman: “Wahai Musa, kalau sekiranya tuju petala langit berikut para pemakmurnya selain Aku, dan juga tuju bumi di satu daun timbangan, sedangkan la ilaha illallah berada di satu daun timbangan satunya, niscaya lebih berat la ilaha illallah”. (Hr. Abu Ya’la)


6. Diperolehnya syafa’at Rasul

أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ

“Orang yang paling berbahagia mendapat syafaatku di hari kiamat adalah orang yang mengucapkan la ilaha illallah dengan ikhlas dari hatinya atau jiwanya” (Hr. Bukhari).


7. Amal penyelamat dari Neraka

مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ النَّارَ

“Barang siapa bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang haq selain Allah dan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, maka Allah haramkan neraka baginya” (Hr. Muslim).

مَا مِنْ أَحَدٍ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ صِدْقًا مِنْ قَلْبِهِ إِلَّا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ

“Tak seorangpun bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang haq selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah dengan jujur dari hatinya kecuali Allah haramkan ia terhadap neraka” (Hr. Bukhari).

8. Jaminan Surga

مَا مِنْ عَبْدٍ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ثُمَّ مَاتَ عَلَى ذَلِكَ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Tak seorang pun mengatakan la ilaha illallah kemudian ia meninggal dunia
di atasnya kecuali akan masuk surga” (Hr. Bukhari).

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ لَا يَلْقَى اللَّهَ بِهِمَا عَبْدٌ غَيْرَ شَاكٍّ فِيهِمَا إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang haq selain Allah, dan sesungguhnya aku adalah rasul Allah. Tidaklah seseorang nanti bertemu Allah membawa dua kalimat syahadat tanpa ada keraguan terhadapnya melainkan ia masuk surge” (Hr. Muslim).

Semoga kita juga bisa mengambil HIKMAH kalimat Laa ilaaha illallaah.

Wassalam

OFA

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

"KATA-KATA HIKMAH" Ogy Febri Adlha (OFA)

"Allah menganugerahkan HIKMAH kepada SIAPA yang DIKEHENDAKI-Nya. Dan barang siapa yang DIANUGERAHI HIKMAH, ia benar-benar telah DIANUGERAHI KARUNIA yang BANYAK." (QS Al-Baqarah : 269)

Didi Sederhana

Belajar hidup SEDERHANA, karena menjadi sederhana perlu banyak belajar

%d blogger menyukai ini: