Skip to content

Hikmah Polemik Seputar Mbah Maridjan Meninggal Bersujud

4 November 2010

 

 

Sahabat Hikmah…

Mbah Marijan sudah dipanggil oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Beliau meninggal sedang dalam posisi bersujud.

Setelah membuat tulisan tentang Mbah Maridjan meninggal bersujud,

Banyak polemik muncul …

Sebagian mengatakan bahwa bukankah  Mbah Maaridjan itu Musyrik ?

Karena beliau menyembah batu dan keris ?

Karena beliau memberi sesajen kepada penguasa Merapi ?

Mana mungkin meninggal KHUSNUL KHOTIMAH ?

Sahabat Hikmah…

Tentang KHUSNUL KHOTIMAH Rasulullah shalallaahu ’alaihi wa sallam bersabda:

”Demi Dzat yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya seseorang diantara kamu melakukan amal ahli SURGA hingga tiada jarak antara dirinya dengan SURGA, melainkan hanya SEJENGKAL saja, lalu dia didahului oleh CATATAN TAKDIRnya dan beramal dengan amal ahli  NERAKA, maka masuklah dia ke NERAKA. Dan (ada pula) seseorang diantara kamu melakukan amal ahli NERAKA hingga tiada jarak antara dirinya dengan NERAKA, melainkan hanya SEJENGKAL saja, lalu dia didahului oleh CATATAN TAKDIRnya dan beramal dengan amal ahli SURGA, maka masuklah dia ke SURGA.” (HR. Bukhari, Muslim)

Apakah Mbah Maridjan termasuk yang pertama, atau kedua ?

Kita tidak tahu PASTI…

Apakah Mbah Maridjan meninggal dalam keadaan syirik ?

Kita tidak tahu PASTI…

Apakah Mbah Maridjan meninggal dalam keadaan khusnul khotimah ?

Kita tidak tahu PASTI…

Apakah Mbah Maridjan termasuk hamba Allah yang diampuni dan menjadi ahli Surga ?

Kita tidak tahu PASTI…

Apakah Mbah Maridjan termasuk diadzab sehingga meninggal terkena awan panas ?

Kita tidak tahu PASTI…

Dan banyak keTIDAKPASTIan atas berita yang simpang siur sesuai pemahaman orang yang membuatnya.

Termasuk anggapan Mbah Maridjan tidak mau dievakuasi dan mati bunuh diri ?

Bisa dibaca di detiknews bahwa Mbah Maridjan mau dievakuasi selepas Maghrib (http://www.detiknews.com/read/2010/10/27/183251/1476892/10/sultan-mbah-maridjan-mau-dievakuasi-selepas-magrib?nd992203605).Tapi kematian adalah RAHASIA Allah.

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya.”

(QS Ali Imran 3:145)

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.”

(QS An Nisa 4:78)

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemuimu.”

(QS Al Jumu’ah 62:8)

Dan kita ambil HIKMAH  yang PASTI-PASTI saja…bahwa :

  • Mbah Maridjan adalah saudara semuslim yang rajin sholat ke masjid, dan sudah menjadi JAMINAN Allah dan Rasul-Nya bahwa orang yang terbiasa sholat ke masjid dan memakmurkan masjid  dia adalah orang yang berIMAN.

Allah berfirman (yang artinya) : “Sesungguhnya HANYAlah yang meMAKMURkan masjid-masjid ialah orang-orang yang berIMAN kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan TIDAK TAKUT (kepada siapa pun) SELAIN kepada Allah, maka merekalah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat PETUNJUK.” (QS At-Taubah [9]: 18).

Diriwayatkan Abu Sa’id al-Kudri, Imam Ahmad, Imam Tirmidzi, Ibnu Mardawaih, dan Al-Hakim, bahwa  Rasulullah Shallalahu alaihi wa Sallam bersabda:

“Jika kamu melihat seseorang terBIASA pergi ke MASJID, maka saksikanlah bahwa dia berIMAN.”

Beliau sudah meninggal, kewajiban kita kepada sesama muslim adalah berdo’a semoga beliau diampuni semua dosa-dosanya. Dan kita diHARAMkan membicarakan aib-aibnya. Dan sudah PASTI bahwa apa yang dicontohkan oleh Mbah Maridjan untuk selalu memenuhi  panggilan Adzan untuk sholat berjama’ah di masjid adalah WAJIB untuk ditiru, dengan niat karena Allah dan mengikuti Rasulullah shalallaahu ’alaihhi wa sallam.

  • Bukan hak kita menghukum seseorang masuk surga atau neraka, karena Allah Subhanahu wa ta’ala PASTI tahu dan tidak akan keliru siapa yang pantas mendapat siksa dan siapa yang akan diampuni-Nya.
  • Sudah PASTI bahwa perbuatan SYIRIK adalah dosa besar yang harus dijauhi dan sangat berbahya dan menjadi perhatian kepada kita yang masih HIDUP.

SYIRIK  adalah menjadikan sekutu bagi Allah dalam ke Rububiyahan-Nya dan ke uluhiyahan-Nya. Dan Syirik sering terjadi pada sisi Uluhiyyah. Yaitu dengan berdo’a kepada Allah, tetapi berdo’a juga kepada selain Allah. Atau memperuntukkan bagi selain Allah suatu ibadah, seperti menyembelih, bernadzar, takut, harap dan cinta. Syirik adalah dosa yang SANGAT BESAR. Itu karena beberapa sebab:

1. Menyerupakan makhluk dengan khaliq dalam perkara-¬perkara yang khusus dengan ilahiyyah. Maka siapa yang menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka berarti dia telah menyerupakan makhluk dengan Allah. Ini adalah keZHALIMAN yang sangat besar. Allah Ta’ala berfirman :

‘Sesungguhnya kesyirikan adalah keZHALIMan yang BESAR.” (Luqman: 13)

Zalim itu adalah “meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya”. Maka siapa beribadah kepada selain Allah, berarti dia telah meletakkan peribadahan itu tidak pada tempatnya dan memberikannya kepada yang tidak berhak, itulah keZHALIMan yang BESAR.

2. Allah tidak mengampuninya dari orang yang tidak bertaubat darinya, sebagaimana firman Allah :

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa orang yang menyekutukan-Nya dengan sesuatu, tetapi akan mengampuni selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki.” (An Nisa’: 48)

3. Allah mengHARAMkan surga bagi orang yang musyrik. Dan dia kekal didalam neraka jahannam. Allah berfirman:

“Sesungguhnya siapa yang menyekutukan Allah, maka Allah mengharamkan surga atasnya dan tempat kembalinya adalah neraka. Dan orang-orang zhalim itu tidak memiliki para penolong.” (Al Ma’idah: 72)

4. Syirik menggugurkan semua amalan. Allah berfirman:

“Dan kalaulah mereka menyekutukan Allah, niscaya gugurlah dari mereka apa yang telah mereka amalkan.” (Al An’am:88)

Allah juga berfirman: “Dan sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada para nabi sebelummu; “Jika engkau menyekutukan Allah, pasti gugur amalmu dan kamu termasuk orang-orang yang merugi. ” (Az Zumar; 65)

6. Syirik adalah dosa besar yang paling besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Maukah kalian aku beritahukan dosa besar yang paling besar? Kami menjawab: Tentu, wahai Rasulullah. Beliau berkata: menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua. “ (HR Bukhari dan Muslim)

“Sungguh telah Kami utus para rasul Kami dengan bukti¬ bukti dan Kami turunkan bersama mereka Al kitab dan timbangan, agar manusia menegakkan keADILan. “(QS Al Hadid: 25)

Allah mengabarkan bahwa Dia mengutus para rasul-Nya dan menurunkan bersama mereka kitab¬-kitabNya agar manusia menegakkan keadilan. Dan keADILan yang paling ADIL adalah TAUHID. Dia adalah pokok dalam keadilan, dan kesyirikan itu adalah kezhaliman (lawan dari keadilan), sebagaimana Allah berfirman:

“Sesungguhnya kesyirikan itu adalah kezhaliman yang sangat besar.” (Luqman: 13)

Maka kesyirikan adalah kezhaliman yang sangat zhalim. Dan tauhid adalah keadilan yang sangat adil. Maka apa saja yang sangat keras dalam menentang tujuan ini, berarti dia adalah dosa yang sangat besar – hingga ucapan beliau- maka ketika syirik secara dzatnya ingin menafikan tujuan ini, jadilah dia dosa besar yang paling besar, secara mutlak.

Sahabat Hikmah…

  • Marilah kita semua berhusnuzhon dan mendoakan semua saudara kita sesama Muslim (termasuk Mbah Maridjan) yang meninggal dan semoga diamuni dosa-dosanya.

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’aa fihi wa’fu ’anhu.’

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat, sejahtera dan maafkanlah dia”

  • Dan kita belum tentu lebih baik dari Mbah Maaridjan yang selalu sholat berjama’ah di masjid, maka bagi yang belum terbiasa sholat berjama’ah sholatlah di masjid marilah kita selalu memenuhi panggilan adzan untuk sholat berjama’ah di masjid, karena hal ini menjadi BUKTI keimanan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
  • Syirik adalah keZHALIMan yang sangat besar, dan tanpa sadar kita bisa melakukannya, sehingga kita juga belum tentu bebas dari dosa-dosa syirik baik syirik besar maupun syirik kecil (riya), maka hendaknya mendawamkan do’a berikut:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُ

(Allaahumma Innaa Na’udzu bika min an Nusyrika bika wa Anaa A’lamuhuu wa Nastaghfiruka Limaa Laa A’lamuhu)

Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik (menyekutukan-Mu) sedangkan aku mengetahuinya. Dan kami memohon ampun kepada-Mu terhadap kesyirikan yang tidak aku ketahui.

(HR. Ahmad IV/403 dari Abu Musa al Asy’ari. Dihasankan oleh Syaikh al Albani dalam Shahih al Targhib wa al Tarhib I/121-122 no. 36)

  • Khusnul khotimah adalah harapan setiap muslim, tetapi tidak semua orang yang sekarang terbiasa beramal sholeh dia akan mati sedang beramal sholeh, dan semuanya atas kehendak Allah, karena Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

”Demi Dzat yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya seseorang diantara kamu melakukan amal ahli SURGA hingga tiada jarak antara dirinya dengan SURGA, melainkan hanya SEJENGKAL saja, lalu dia didahului oleh CATATAN TAKDIRnya dan beramal dengan amal ahli  NERAKA sehingga dia masuk NERAKA..(HR. Bukhari – Muslim)

Untuk itu marilah berUSAHA untuk selalu ISTIQAMAH dan kita mendawamkan do’a permohonan kepada Allah subhnahu wa ta’ala agar meninggal dalam keadaan khusnnul khotimah, diantara doa-doa yang perlu didawamkan adalah :

هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ

(Hablii hukmaw wa al hiqniy bish shoolihiin)

“Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang shaleh” (Q.S. Asy-Sy’araa: 83)

اللهم اجعل خير عمري أخره و خير عملي خواتيمه و خير أيامي يوم لقائك

(Allaahummaj’al khayra ‘umrii aakhirahu wa khayra ‘amalii khawaatiimahu wa khayra ayyaamii yawma lliqaa’ika)

“Ya Allah jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya dan sebaik-baik amalku pada akhir hayatku, dan (jadikanlah) sebaik-baik hariku yaitu hari ketika aku bertemu dengan-Mu (di hari kiamat)” (H.R. Ibnus Sunny)

اللهم اختم لنا بحسـن الخاتمة ولا تختم علينا بسـوء الخاتمة

“Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan husnul-khatimah (akhir yang baik), dan jangan Kau akhiri hidup kami dengan suu-ul-khatimah (akhir yang buruk)”

Semoga kita mendapatkan HIKMAH (benar dalam perkataan dan perbuatan)

“Allah memberikan HIKMAH kepada siapa yang dikehendakinya, barangsiapa yang mendapat HIKMAH maka sungguh dia telah mendapatkan KEBAIKAN yang BANYAK.” (QS Al Baqarah : 29)

Wallahu a’lam bishowab

O.F.A

(BLOG KKH:http://kata2-hikmah-ofa.blogspot.com/2010/11/hikmah-polemik-seputar-mbah-maridjan.html)

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. olive permalink
    4 November 2012 00:55

    aslm, mas ofa mw nny dunk..
    hadits diatas yg mengenai takdir mksdnya gmn sich?

    Catatan takdir mendahului itu mksdnya bgmn?kl ktemu catatan takdirnya k neraka gmn tuh..wlpn qt melakukan amalan syurga..?

    Mhn penjelasannya ya mas…thanks

    • 3 Desember 2012 14:33

      Maksudnya kita harus selalu berharap kepada Allah utk selalu diberi hidayah dan kekuatan dalam berislam.
      Jangan bangga bila sdh bisa beribadah dg baik, krn itu semua atas kuasa ALlah.
      Dan selalu berdoa agar mati dalam keadaan khusnul khotimah.
      Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

"KATA-KATA HIKMAH" Ogy Febri Adlha (OFA)

"Allah menganugerahkan HIKMAH kepada SIAPA yang DIKEHENDAKI-Nya. Dan barang siapa yang DIANUGERAHI HIKMAH, ia benar-benar telah DIANUGERAHI KARUNIA yang BANYAK." (QS Al-Baqarah : 269)

Didi Sederhana

Belajar hidup SEDERHANA, karena menjadi sederhana perlu banyak belajar

%d blogger menyukai ini: